Aceh Besar (2/7/2026) Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Kolaborasi antar Fakultas Yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Keperawatan (FKep), menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Manajemen Penggunaan Obat Lansia dan Kartu Kendali Obat untuk Mencegah Polifarmasi” di Gampong Rumpet. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader gampong dalam mendampingi lansia agar menggunakan obat secara aman, tepat, dan rasional.

Kegiatan diikuti oleh kader kesehatan yang memiliki tugas dalam memperhatiakan kesehatan lansia. Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai bahaya polifarmasi, yaitu penggunaan banyak obat secara bersamaan tanpa pengelolaan yang baik, yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat, efek samping, hingga menurunkan keberhasilan terapi. Sebagai pemateri utama, apt. Rena Meutia, S.Farm., M.Si., yang merupakan dosen Departemen Farmasi FMIPA Universitas Syiah Kuala, menjelaskan bahwa kasus polifarmasi masih sering ditemukan pada kelompok lansia karena sebagian besar menderita lebih dari satu penyakit kronis sehingga harus mengonsumsi beberapa jenis obat sekaligus. “Diperlukan peran aktif keluarga dan kader kesehatan dalam memastikan setiap obat yang dikonsumsi lansia benar-benar sesuai dengan anjuran dokter. Penggunaan obat yang tidak terpantau dapat meningkatkan risiko interaksi obat, efek samping, hingga menurunkan kualitas hidup lansia,” jelas apt. Rena Meutia, S.Farm., M.Si.

Gambar 1. Pemaparan materi oleh apt. Rena Meutia, S.Farm., M.Si tentang polifarmasi kepada kader Gampong Rumpet
Dalam paparannya, beliau juga memperkenalkan “Kartu Kendali Obat Lansia” sebagai salah satu media pencatatan yang sederhana namun efektif untuk mendokumentasikan seluruh obat yang dikonsumsi oleh lansia, baik obat resep, obat bebas, maupun suplemen. Kartu tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, kader, dan keluarga dalam memantau penggunaan obat sehingga risiko duplikasi terapi maupun interaksi obat dapat diminimalkan.Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, simulasi pengisian Kartu Kendali Obat serta mengadakan game seru (edukatif) bersama para kader. Para kader dilatih untuk mengidentifikasi potensi masalah penggunaan obat serta memberikan edukasi dasar kepada lansia dan anggota keluarga mengenai pentingnya kepatuhan terapi dan penyimpanan obat yang benar.

Gambar 2. Pemberian bingkisan kepada kader kesehatan Gampong Rumpet yang berhasil meraih Juara I pada sesi permainan edukatif
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait penggunaan obat pada penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol yang umum dialami oleh para lansia di Gampong Rumpet. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga mereka dapat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan Gampong Rumpet.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim PKM Universitas Syiah Kuala berharap terbentuk kader kesehatan yang lebih kompeten dalam mendampingi lansia mengelola obat secara bijak. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan kejadian polifarmasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional
Comments are closed