Banda Aceh — Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala (FK–FKep–FMIPA USK) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana (TDB) melaksanakan lanjutan aksi kemanusiaan berupa skrining cepat dan penanganan penyakit pascabencana hidrometeorologi bagi masyarakat rentan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tanggap darurat Batch II ini berlangsung pada 22–25 Desember 2025 sebagai respons terhadap dampak bencana terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pengungsian dan desa terdampak.
Sebelum pelaksanaan pelayanan lapangan, pada Selasa, 23 Desember 2025, tim PKM TDB FK–FKep–FMIPA USK terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh Utara dan Puskesmas Baktiya di Lhoksukon. Hasil koordinasi menunjukkan masih banyak warga yang masih mengungsi akibat rumah tidak layak huni, keterbatasan air bersih, serta kondisi lingkungan yang berdebu pascabencana. Pada tahap ini, tim juga mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke sejumlah titik pengungsian bagi kelompok masyarakat rentan.
Di Kabupaten Aceh Utara, pelayanan kesehatan dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025 di dua lokasi, yakni Desa Cot Ulaya dan Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya. Kegiatan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan, pengobatan massal, pemberian PMT, edukasi kesehatan, serta tindakan perawatan luka dan abses.
Di Desa Cot Ulaya, sebanyak 69 warga mendapatkan layanan kesehatan, terdiri dari 31 laki-laki dan 38 perempuan, termasuk satu ibu hamil. Mayoritas pasien berasal dari kelompok usia remaja, dewasa, dan pra lansia. Sepuluh penyakit terbanyak yang ditemukan meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dispepsia, penyakit kulit seperti scabies dan tinea, hipertensi, dermatitis, serta beberapa kasus luka, ulkus, suspek tuberkulosis paru, katarak, dan diabetes melitus.
Sementara itu, di Desa Matang Kumbang, tim melayani 127 pasien, dengan dominasi pasien perempuan sebanyak 97 orang. Kelompok usia dewasa dan pra lansia menjadi penerima layanan terbanyak. Penyakit yang paling sering ditemukan antara lain ISPA, hipertensi, penyakit kulit, demam (febris), rheumatoid arthritis, dispepsia, ulkus atau abses, gingivitis, serta kasus cacingan.
Selain Aceh Utara, Tim PKM TDB USK juga melaksanakan kegiatan home visit di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 22–25 Desember 2025. Kegiatan ini difokuskan pada kunjungan rumah, pemberian PMT, serta konseling menyusui dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Sebanyak 35 pasien dilayani dalam kegiatan tersebut, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Penyakit terbanyak yang ditemukan meliputi stroke, hipertensi, chronic kidney disease (CKD), diabetes melitus, osteoarthritis, serta penyakit kulit.
Kegiatan tanggap darurat ini melibatkan tenaga kesehatan lintas profesi yang terdiri dari dosen, dokter, perawat, apoteker, serta bidan desa. Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Comments are closed